JAKARTA--Pemerintah sudah menghadang rencana kedatangan bintang film dewasa, Maria Ozawa alias Miyabi. Menkominfo M Nuh dan produser film Menculik Miyabi sudah sepakat membatalkan kedatangan Miyabi ke Indonesia.
Namun membatalkan bukan berarti pemerintah melarang penuh Miyabi datang. Sebab informasi dari Ditjen Imigrasi, pemerintah belum mencegah dan tangkal (cekal) Miyabi masuk ke Indonesia. ''Status Miyabi belum dicekal,'' kata Direktur Penindakan dan Pencekalan Imigrasi, R Muchdor, pada Republika, Rabu (14/10) malam.
Tanpa dicekal, Miyabi bisa bebas melenggang ke Indonesia. Meski ia tidak melakukan kegiatan pengambilan gambar. Padahal Selasa (13/10) lalu, Mebudpar ad interim yang juga Menkominfo, M Nuh, dan produser film 'Menculik Miyabi' sepakat membatalkan kedatangan Miyabi. Menkominfo meminta Odi Mulya Hidayat dari Maxima Picture selaku produser kehadiran Miyabi untuk menerima pembatalan kehadiran bintang film yang mengundang kontroversial di masyarakat itu.
Dalam pertemuan itu, Maxima Picture sudah memastikan untuk membatalkan kehadiran Miyabi, demi menghindari kontroversial yang berkembang di masyarakat, sehingga tidak akan menambah persoalan. Menurut Odi Mulya Hidayat, pihaknya terpaksa membatalkan kehadiran Miyabi dan menunda penggarapan film "Menculik Miyabi" karena derasnya protes terhadap film itu, sehingga pihaknya tidak akan memaksakan kedatangan Miyabi. wul/taq
-



